Malu, marah, merasa rendah diri bahkan mungkin juga merasa putus asa saat seorang anak tak bisa lulus dari ujian sekolah. Keadaaan ini sesungguhnya adalah akhir dari rentetan stres yang ia alami saat menjalani pendidikan di sekolahnya dan tak tertanggulangi.
Beban,tekanan dan stres yang dihadapi anak-anak dalam menjalani pendidikan seringkali luput dari perhatian orang tua, bahkan banyak orang tua yang menganggap keadaan itu adalah hal sepele yang tak perlu dirisaukan.
Jika Anda berpikiran demikian maka Anda berpikiran salah karena hasil penelitian menunjukan bahwa anak sekolah memilki tingkat stres yang tinggi, yang memerlukan bantuan orang tuanya.
Ironisnya tingkat stres yang tinggi tersebut diakibatkan oleh tekanan orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi pintar untuk meraih masa depan yang lebih baik dengan memberinya berbagai les tambahan, memaksanya belajar dengan keras dan tak memberinya ruang untuk menikmati masa remajanya
Sudah seharusnya para orang tua menyadari bahwa anak bukan sebuah mesin yang bisa dibebani dengan berbagai tekanan. Sebagai seorang manusia, anak pasti memiliki keterbatasan seperti halnya juga para orang tua
Kenali Tanda-tandanya
saat mengalami stres, anak Anda pasti akan menunjukan tanda-tanda, baik secara fisik maupun psikis. Anak yang mengalami stres biasanya terlihat loyo dan tak bersemangat, susah tidur bahkan sangat emosional.
Cari Penyebabnya.
Saat Anda melihat tanda-tanda anak mengalami stres, cobalah mencari penyebabnya dengan mengajaknya berdialog dalam suasana yang santai. Dengan berkomunikasi anak akan merasa diperhatikan dan secara perlahan akan mencurahkan perasaan dan keadaannya.
Selesaikan masalah secara bersama-sama
Jika ternyata stres yang terjadi karena masalah pendidikannya, cobalah untuk membuatnya tenang. Jelaskan kepadanya bahwa prestasi disekolah yang buruk bukanlah akhir dari segalnya dan yakinkan bahwa anak Anda pasti bisa memperbaikinya.
Disisi lain, Anda juga harus mengkaji ulang kebijak-kebijakan Anda terkait pendidikan anak Anda. dengarkan pendapat anak Anda dan diskusikan secara bersama-sama. Jangan sekali-kali memaksakan kehendak Anda
Jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan orang lain yang lebih pintar karena hal itu akan semakin mebuat anak Anda merasa bersalah dan terperosok pada rasa putus asa. Berilah ruang agar ia bisa berkreasi dan menikmati masa remajanya
Dan yang terpenting jalinlah komunikasi dua arah secara rutin untuk mengetahui sejauh mana kesanggupan anak anda dalam merealisasikan kebijakan-kebijakan yang telah Anda buat


































