Jumat. Pekan pertama Ramadan, 1433 Hijriah, konsumsi kebutuhan pokok dari masyarakat meningkat sekitar 15 - 20 persen, dibandingkan awal pekan pada bulan biasa. Demikian yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan RI.
"Kalau dilihat dari kecenderungan baik harga maupun volume barang, terjadi peningkatan konsumsi yang cukup besar, sekitar 15-20 persen," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi usai jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Jumlah tersebut adalah perbandingan dari tingkat konsumsi masyarakat pada pekan di bulan biasa atau bulan yang sama pada 2011.
Bayu menilai masyarakat seharusnya lebih mengendalikan sifat konsumtif agar harga barang tidak melonjak akibat jumlah permintaan yang semakin meninggi.
Menurut pantauan Kemendag yang dilaporkan sumber Antara, produk yang paling diminati masyarakat pada pekan pertama Ramadan, yaitu bahan pokok makanan dan produk makanan.
"Mungkin Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengeluarkan datanya pada 1 Agustus 2012 dan saya tidak akan terkejut kalau mereka akan mengatakan bahwa kontribusi inflasi terbesar datang dari bahan makanan," tegas Bayu.
Menurut Bayu, tren jumlah konsumsi masyarakat pada pekan pertama Ramadan selalu meningkat setiap tahun.
Bayu juga menjelaskan bahwa tren setiap tahun selama Ramadan adalah pada satu pekan menjelang dan selama Ramadan jumlah konsumsi akan menaik.
Kemudian pada pekan kedua Ramadan menurun lalu naik lahi pada pekan ketiga. Selanjutnya pada pekan keempat, konsumsi masyarakat menurun dan beralih kepada kebutuhan sandang seperti pakaian dan sepatu.
"Barang yang dibeli sama saja, memang begitu siklusnya. Nanti pada pekan akhir Ramadan yang akan naik tinggi adalah penjualan pakaian atau sandang," jelas Bayu seperti yang dilansir Antara.