Bagi para ibu muda yang baru saja melahirkan dan sedang dalam proses menyusui anaknya, ada baiknya mereka belajar untuk menyiapkan dan menyimpan ASI mereka sebagai persiapan bila mereka harus pergi dalam jangka waktu tertentu seperti untuk bekerja.
Pertama adalah mengetahui cara memerah ASI. Pemijatan manual dengan tangan adalah cara yang paling dianjurkan karena jauh lebih efektif (dan juga murah) walaupun penggunaan pompa khusus juga bisa digunakan, tergantung sang ibu itu sendiri.
Hasil ASI perah bisa disimpan dalam berbagi tempat termasuk dalam ruangan dan kulkas dengan jangka waktu tertentu.
Wadah yang dapat digunakan untuk menyimpan ASI sebaiknya wadah yang bening, tidak mudah bocor, aman untuk menyimpan makanan (memenuhi standard food grade) dan tentu saja mudah dibersihkan.
Ibu bisa menggunakan wadah kaca, wadah dari stainless steel, wadah plastik, kantung plastik bening khusus untuk menyimpan ASI dan kantung plastik bening seperti kantung plastik gula.
Masing-masing wadah harus ditutup rapat agar tidak ada kotoran yang masuk dan perlu dicantumkan tanggal dan jam pengambilan.
Hal ini penting agar ibu bisa menandai dan menggunakan ASI perah secara berurutan mulai dari yang paling dulu diperah.
Bila disimpan dalam suhu ruangan, ASI bisa bertahan sekitar 4-6 jam. Bila disimpan dalam kulkas maka akan mampu bertahan sekitar 3 hari.
Bila disimpan dalam freezer bisa bertahan sampai 2 minggu lamanya bahkan sampai 3 bulan bila disimpan dalam deep freezer atau freezer yang terpisah dari kulkas.
Salah satu hal terpenting adalah kebersihan wadah penyimpanan. Sebaiknya wadah tersebut dicuci bersih terlebih dahulu dengan air panas agar tidak ada kuman yang tertinggal dan harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum ASI dimasukkan.
Sebaiknya ASI yang disimpan dalam satu wadah cukup untuk sekali minum. Bila ASI perah tersebut disimpan dalam freezer, keluarkan terlebih dahulu dan taruh dalam kulkas sehingga ASI tersebut mencair sebelum diberikan pada bayi.
Setelah ASI dikeluarkan dari kulkas, sebaiknya susu dihangatkan terlebih dahulu dengan cara ASI dituangkan dalam satu wadah tertentu seperti mangkok, lalu letakkan mangkok tersebut dalam wadah lain yang berisi air panas (jangan menghangatkan ASI langsung diatas kompor), kemudian ASI bisa dimasukkan ke dalam botol susu atau gelas khusus untuk minum susu bagi bayi.
Bila dalam satu kali proses pemberian ASI perah ternyata bayi tersebut tidak menghabiskannya, lebih baik ASI tersebut dibuang untuk menghindari ada kontaminasi yang bisa terjadi bila ASI tersebut disimpan kembali dalam kulkas.
Dengan mengetahui proses penyimpanan yang tepat, para ibu tidak perlu khawatir lagi mereka tidak bisa memberikan ASI kepada buah hati mereka saat mereka harus meninggalkan anak mereka untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan.(nr)


































