Hanamasa Resto

Kehamilan Lewat Waktu

16 October 2007

Bagi seorang Ibu melahirkan sang buah hati sangat ditunggu-tunggu. Tapi bagaimana bila bayi yang hendak dilahirkan justru telat dari tanggal yang sudah diperkirakan dokter? Apa yang akan terjadi pada sang Ibu ataupun janinnya?

Memang, tidak semua kehamilan lengkap berusia 9 bulan sepuluh hari. Tidak semua perempuan hamil berhasil melahirkan pada tanggal perkiraan melahirkan. Ada kalanya lebih cepat, bahkan ada yang lebih lambat. Maka, menghitung kehamilan mesti secermat mungkin.

Karena jumlah hari dalam satu bulan selama satu tahun tidaklah sama, maka kalangan medis tidak pernah menghitung usia kehamilan berdasarkan hitungan bulan. Lebih banyak digunakan hitungan berdasarkan minggu. Usia kehamilan dianggap normal jika persalinan terjadi dalam usia kehamilan 38-42 minggu. Melebihi batasan usia tersebut dianggap kehamilan lewat waktu.

Kehamilan bisa lewat waktu karena beberapa hal, bisa salah memperkirakan usia kehamilan. Ini dapat disebabkan karena siklus haid yang tidak teratur, lupa hari pertama dari haid yang terakhir karena tidak pernah dicatat. Mempergunakan kontrasepsi hormonal baik suntik KB atau pun Pil KB juga bisa membuat lupa hari pertama dari haid yang terakhir.

Mengapa Lewat Waktu
Kehamilan lewat waktu bisa terjadi juga karena terdapat kelainan pada janin. Ini mengakibatkan tidak adanya kontraksi dari janin untuk memulai proses persalinan. Kelainan tersebut di antaranya: anensepalus, hipoplasia kelenjar supra renal janin dan janin tidak memiliki kelenjar hipofisa. Kelainan pada plasenta dan kelainan letak kehamilan juga bisa menjadi penyebab lewat waktu.

Agar tidak terjadi salah penghitungan, maka penghitungan kehamilan perlu dilakukan secermat mungkin. Jika siklus haid teratur 28 plus minus 5 hari, maka dapat dilakukan penambahan 7 hari pada tanggal dari pertama haid yang terakhir, mengurangi bulan yang mendapat haid dengan 3 dan jika perlu menambahkan tahun dengan 1.

Namun yang paling tepat dengan melakukan penilaian biometrik janin pada trimester I kehamilan dengan USG.

Risiko Lewat Waktu
Tumbuh dan berkembangnya janin di dalam rahim tergantung pada dua fungsi penting plasenta. Fungsi tersebut adalah pernapasan dan gizi. Jika kehamilan telah lewat waktu, plasenta akan mengalami proses penuaan sehingga fungsinya akan menurun atau berkurang.
Menurunnya fungsi plasenta ini akan berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bayi mulai kekurangan asupan gizi dan pasokan oksigen dari ibunya. Bayi juga disebut dismatur atau pasca matur.

Karena lewat waktu, cairan ketuban bisa berubah menjadi sangat kental dan hijau. Sehingga cairan dapat terhisap masuk ke dalam paru-paru bayi, maka harus dihisap keluar dari saluran nafas bayi. Janin juga dapat lahir dengar berat badan yang berlebihan.

Ketika lahir, bayi akan memiliki kulit yang kering, pecah-pecah, mengelupas, keriput, serta kuku jari yang panjang dan rambut yang lebat. Verniks yang membungkus tubuhnya pun sedikit. Si bayi akan tampak seperti kekurangan gizi karena berkurangnya jumlah lemak di bawah kulit. Karena bayi lewat waktu menghadapi bahaya kehilangan dukungan gizi dari plasenta, maka penting mengetahui perkiraan tanggal lahir yang sebenarnya. Selain itu pemeriksaan kehamilan harus dilakukan secara rutin.

Merawat Bayi Lahir Lewat Waktu
Jaga agar cairan ketuban yang kental tidak terhisap oleh bayi. Jika sudah terhisap, maka cairan ketuban harus dihisap keluar dari saluran nafas bayi.
Jaga lingkungan bayi agar tetap hangat.
Berikan minuman yang cukup. Dengan ASI dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi.
Pada kulitnya yang keriput, rajinlah untuk mengusapnya dengan cream bayi.
Berilah sarung tangan agar kuku-kukunya yang panjang tidak menggaruk dan melukai bagian tubuhnya yang lain, terutama muka. Potonglah kukunya jika anda sudah yakin benar jari-jarinya telah kuat. (yz/Sumber: Tabloid Ibu Anak)


blog comments powered by Disqus

Family Index