SB 21/5/2013
banner pereshop 20/5/2013

Cerita Ini Harus Aku Akhiri

07 May 2012

Aku sangat mencintai kekasihku. Dia wanita yang terindah dihidupku. Lama sudah aku jalani cerita dengan dia, sampai kami punya rencana untuk bertunangan di  penghujung  tahun ini. Cerita kami berawal dari sebuah perkenalan di sebuah bioskop. Panggil saja aku Andre”bukan nama asli”.

Aku berkenalan dengan dia saat menonton film yang sama. Kami tidak saling kenal saat itu, namun pertemuan singkat itu membawa hubungan kami kejenjang yang lebih dari sekedar kenalan.  1 bulan lebih kami kenal, dan akhir bulan ke tiga kami membuka lembar cinta di antara kami.

Renita “bukan nama asli” dia wanita yang menjadi kekasihku. Di kuliah di salah-satu universitas di Jakarta. Kami sudah berpacaran 2 tahun lamanya. Aku sangat dekat dengan kakak lelakinya, Billy “bukan” nama asli. Tidak butuh waktu lama untuk meyakinkan keluarganya terhadapku, apa lagi Billy, kakak dari kekasihku memiliki hoby yang sama denganku, bermain futsal.

Setiap kali Renita pulang kuliah, aku lah yang mengantarnya. Setiap hari aku dapat menjemput kekasihku itu karena aku belum berkerja. Dia sangat mencintaiku, dan keluarga kami berdua tahu akan hubungan kami. Di sore itu, saat aku sedang menghabiskan hari ku dengan Billy, aku beranikan diriku untuk mengungkapkan niatku melamar adiknya yang tidak lain kekasihku.

Aku binggung harus mulai dari mana? Bagaimana caranya, saat hendak ku ungkapkan, tiba-tiba Billy berkata padaku, aku percayakan adikku bersamamu, cintai dia, karena dia layak di cintai. Aku akan menjadi yang terbaik untuknya, ungkapku. Kamipun melanjutkan aktifitas kami.

Hari itu aku berjanji pada kekasihku untuk makan malam bersama, namun aku harus mengantar ayahku kebandara. Ayahku akan berkerja di salah satu departemen di luar negeri, tepatnya di Inggris. Aku menelepon Renita, yang sudah menungguku bersama keluarganya. Saat di bandara ayahku mengingatkanku agar menjaga diriku dan dia memelukku, kemudian diapun berangkat.

Sesampainya di kediaman keluarga besar kekasihku, aku di sambut oleh Billy. Di dalam kami berbicara banyak. Keluarga kekasihku sangat welcome terhadapku. Malam tiba, akupun harus kembali kerumahku, maklum aku sekarang tinggal sendiri di rumah.

Aku hanya memiliki seorang ayah, karena ibuku meninggal tidak lama setelah melahirkanku. Aku sangat menyayangi ayahku. Dialah yang membesarkan aku sampai sekarang. Hari- hari dirumah ku jalani sendiri. Terkadang aku meminta Billy menemani di rumahku.

Hampir setiap hari Renita membawakan makanan untukku. Dia sangat sayang kepadaku. Terkadang aku menginap dirumahnya untuk menghilang rasa jenuhku saat di tinggal ayahku. Sore itu ayahku meneleponku. Dia menanyakan keadaanku. Aku menjawab aku baik-baik saja. Dia bertanya tentang uang saku, yang memang di berikannya untukku. Aku berkata padanya, sungguh aku merindukan dia. Ayahkupun merasaakan seperti apa yang aku rasa dan dia berjanji bahwa kami akan kembali bersama.

Waktu demi waktu ku jalani dengan rasa rinduku terhadap ayahku. Beruntunglah aku, setidaknya aku memiliki kekasih yang sangat tulus mencintaiku. Dia selalu ada saat aku membutuhkanya. Saat aku sakit, saat aku kesepihan, saat aku galau dia selalu ada untukku.

Sore itu, ada yang aneh di perasaanku?  Tiba-tiba aku tak ingin jauh dari kekasihku. aku berfikir mungkin ini hanya perasaan cintaku saja yang memang berlebihan terhadapnya. Kami menghabiskan sore itu dengan  berjalan santai di taman dekat rumahnya.

Sungguh bosan hari itu. Bisanya ada ayahku duduk di depanku dengan Koran yang dia baca. Namun sekarang aku harus menunggunya kembali. Telepon rumahku berdering. Saat ku angkat ternyata itu telepon dari ayahku. Seperti biasa, dia menanyakan keadaanku disini. Hal yang tidak pernah aku bayangkan terjadi, ayahku memintaku untuk ikut denganya! Dia berkata dia mendapat surat izin menetap di sana.

Dia berkata padaku dia tidak sanggup jauh dengan aku dalam tempo yang sangat lama, dia mengkhawatirkan aku. Sungguh aku binggung, aku di tempatkan di dua pilihan. Disatu sisi, aku tidak ingin jauh dari ayahku, dan dilain sisi, aku sangat mencintai kekasihku! Aku tidak mungkin memintanya untuk menungguku, aku tidak ingin dia merasakan hal yang telah aku rasakan, karena aku sangfat mencintai dia. Kemungkinan besar aku akan menetap disana bersama ayahku.

Hari itu, di mana sore harinya aku harus berangkat, aku menemui Billy terlebih dahulu. Saat aku bertemu denganya , aku jelaskan posisiku saat ini, dimana aku harus memilih adiknya atau ayahku!  Dia tidak marah terhadapku, dia mengerti keadaan yang aku hadapi. Aku ingin awal yang dimulai dengan baik ini berakhir dengan baik-baik pula. Saat aku hendak berangkat, aku menitipkan sebuah sirat yang aku tujukan pada Renita, yang berisi tentang permintaan maafku dan rasa cintaku untuknya. Jarak kini memisahkan aku dan dia.

(BM)

blog comments powered by Disqus
Banner Tiket Flight banjar to Surabaya
tiket event

Story Index