Bunga pelaminan merupakan salah satu hiasan yang hampir selalu ada dalam pesta atau resepsi pernikahan. Hiasan semacam ini umumnya diseuaikan dengan warna atau nuansa dominan yang mendasari konsep sebuah pesta pernikahan.
Sebagai misal, pesta pernikahan yang memilih konsep natural akan cenderung memilih hiasan yang alami dan hidup, seperti halnya juga hiasan bunga pelaminan yang baru dipetik dari pohonnya.
Selain bunga hidup, pilihan yang paling diminati adalah bunga mati hasil ciptaan tangan-tangan kreatif atau properti sejenis yang disediakan wedding organizer.
Dalam memilih ragam bunga pelaminan yang pantas dan cocok dengan konsep pesta pernikahan Anda, ada dua hal yang harus Anda pertimbangkan.
Dua hal tersebut adalah ragam bunga yang Anda pilih dan cara Anda merangkai, mengatur, dan meletakkan bunga tersebut di berbagai titik-titik penting dalam ruangan pesta pernikahan.
Keduanya adalah hal yang harus Anda perhatikan sebab meskipun bunga pelaminan adalah hiasan yang tergolong kecil. Khususnya dibanding perlengkapan lain, keberadaannya dapat memberi nuansa tersendiri terhadap siapapun yang menghadiri pesta Anda.
Jika Anda dapat memilih bunga, ragam, atau warna yang pas dengan kuade dan konsep pernikahan Anda serta meletakkannya semenarik mungkin, undangan akan terkesan dan merasa nyaman berada di pesta Anda.
Untuk menentukan ragam, warna, maupun ukuran bunga pelaminan yang cocok untuk pernikahan Anda, ada baiknya Anda mengetahui tiga macam bunga pelaminan yang umum dipakai.
Sehingga Anda memiliki referensi awal untuk memilih dan menentukan bunga pelaminan dalam pesta pernikahan Anda.
Berikut adalah ketiga ragam bunga tersebut.
Bunga hidup
Bunga hidup berarti bunga alami yang dipetik dari pohon atau Anda dapatkan di toko-toko bunga. Ragam bunga yang satu ini umumnya diminati dan dipilih bagi mereka yang memilih konsep pernikahan natural.
Salah satu di antara mempelai (umumnya mempelai perempuan) menyukai bunga, dan menyelenggarakan pesta pernikahan di alam bebas atau lokasi yang masih natural.
Keberadaan bunga hidup dapat menambah nuansa alamiah sehingga undangan maupun mempelai akan benar-benar merasakan sensasi alam dalam pesat tersebut.
Bunga yang biasa dipilih adalah anggrek dan mawar ataupun bunga lain yang memiliki warna hampir serupa dengan warna dominan yang dipakai dalam sebuah pesta.
Sayangnya dalam persoalan harga, terutama dalam jumlah yang cukup banyak untuk pemakaian di pelaminan dan ruas-ruas lain, harga bunga hidup cenderung lebih mahal sehingga banyak orang yang beralih pada bunga buatan, juga karena alasan simplisitas atau menyiasati harga yang melambung tersebut dengan berbagai trik.
Bunga plastik
Bunga plastik menawarkan ragam yang lebih beraneka dan harga yang lebih murah dibanding bunga hidup. Anda pun akan lebih mudah mendapatkan bunga tiruan ini di berbagai tempat perbelanjaan.
Apalagi, kebanyakan wedding organizer menyediakan dan menyarankan bunga plastik sebagai hiasan pelaminan atau dekorasi yang disebar di semua sudut ruangan pesta. Jika Anda memiliki skill yang mumpuni dan waktu yang cukup, tidak ada salahnya Anda membuat bunga plastik versi Anda untuk pernikahan Anda sendiri.
Selain akan lebih berkesan, Anda dapat kembali menggunakan bunga plastik tersebut sebagai pengisi rumah baru Anda bersama suami.
Pohon kertas
Pohon kertas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bunga plastik. Keduanya sama-sama kreasi yang ditujukan sebagai alternatif pengganti bunga hidup maupun bunga plastik.
Hanya saja, ragam yang satu ini tergolong masih jarang dipakai karena masih sedikitnya orang yang memiliki kemampuan untuk membuatnya maupun masih minimnya jumlah penyedia pohon kertas.
Dengan demikian, jika Anda menginginkan pesta pernikahan Anda berbeda bahkan menjadi trendsetter, ada baiknya Anda memilih pohon kertas sebagai hiasan pelaminan dalam pesta pernikahan Anda.
Setelah mengetahui ragam pilihan yang dapat Anda ambil sebagai hiasan atau aksesoris bunga pelaminan dan membuat keputusan, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mengatur penempatan hiasan-hiasan tersebut semenarik dan semengesankan mungkin.
Bagaimanapun, material yang baik dan berkualitas tidak akan banyak berarti jika disusun serampangan dan tidak apik dilihat.
Hindarilah penempatan bunga yang terlalu fokus pada satu sisi, susunan yang tidak teratur, maupun bagian bunga yang telah rusak, layu, dan tidak enak dipandang. (nr)


































